![]() |
Anas Urbaningrum
|
LIBASS - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum,
mengatakan bahwa informasi yang disampaikannya ke penyidik KPK dalam
pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus Hambalang pada Jumat, 14 Januari
2014, adalah sebagai awal yang sangat penting.
Anggota kuasa hukum Anas, Handika Honggowongso menceritakan,
pemeriksaan perdana kliennya itu terbilang singkat. Pertanyaan yang dilontarkan
oleh penyidik dan jawaban yang disampaikan kliennya sebatas latar belakang Anas
Urbaningrum sebagai anggota DPR RI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat.
Namun jawaban yang disampaikan Anas ke penyidik KPK pada hari
itu sudah menyentuh sepak terjang sang 'Matahari Tunggal' Partai Demokrat,
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Inti pemeriksaan hari itu, Mas Anas ditanya, siapa yang
mengangkat jadi ketua fraksi? Dijawab Pak SBY. Lalu kepada siapa bertanggung
jawab? Dijawab, kepada Pak SBY," ungkap Handika saat berbincang dengan
Tribunnews.com, Senin (20/1/2014) malam.
"Lalu ditanya lagi, apa tugas ketua fraksi? Dijawab Mas
Anas ada dua, yaitu mengkoordinir kerja anggota fraksi dan menjalankan
tugas-tugas khsusus dari Pak SBY," imbuhnya.
Anas menjawab dan menjelaskan dari apa yang ditanyakan oleh
penyidik KPK itu secara tegas, jelas, dan rinci. Tak ada keraguan dari seorang
Anas. Namun, tiba-tiba penyidik KPK menghentikan pemeriksaan saat Anas
Urbaningrum hendak menjelaskan tugas-tugas khusus yang pernah ia terima dari
SBY.
"Mas Anas baru mau menjelaskan tugas khusus itu, tapi
pemeriksaan langsung dihentikan oleh penyidik. Padahal masalah ini menyangkut
karier dan nasib politik Pak SBY," beber Handika, yang pada hari itu
mendampingi pemeriksaan Anas.
Handika mengaku belum mengetahui alasan penyidik KPK
menghentikan pemeriksaan Anas Urbaningrum. "Kenapa dan apa saja tugas
khusus itu, nanti saja di BAP berikutnya kita akan mendengar dan mengetahui
bersama-sama," tukasnya.
Anas Urbaningrum menjadi tersangka kasus korupsi karena saat
menjadi anggota DPR RI diduga menerima gratifikasi terkait proyek Sport Center
di Hambalang dan proyek lain-lainnya. Status baru dari KPK itu membuatnya
mundur dan terdepak dari kursi nomor satu partai besutan SBY, Partai Demokrat.
Anas Urbaningrum kerap menyampaikan, ada sejumlah peristiwa
politik saling berkaitan dan kejanggalan mulai penetapan tersangka hingga
penahanan dirinya oleh KPK.
Namun ia menegaskan, tidak pernah sedikit pun berniat
memfitnah orang lain. Dan informasi yang akan disampaikannya ke penegak hukum
adalah dalam rangka mencari keadilan dan kebenaran terkait kasus yang
menimpanya.
