![]() |
| Anas Urbaningrum & Akbar Tanjung |
LIBASS - Mantan
Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, kekeuh tidak bersalah. Ia menyebut
penetapannya sebagai tersangka pada 2013 lalu baru halaman pertama dalam
hidupnya. Anas diminta membuka halaman selanjutnya.
"Apa
yang dikatakan Anas, bahwa persoalan yang dihadapinya banyak lembaran-lembaran
yang belum terbuka. Mungkin ini baru lembaran pertama. Silakan mungkin ada
halaman kedua, halaman ketiga," ungkap politisi senior Golkar, Akbar
Tanjung di Jakarta, Minggu (19/1/2014).
Akbar
secara pribadi mengaku prihatin apa yang menimpa yuniornya tersebut di Himpunan
Mahasiswa Islam. Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar berharap, Anas bisa
membuktikan dirinya tidak bersalah. Ia juga mendorong Anas membongkar kasus
korupsi lainnya jika tahu.
Ia
mengaku tidak setuju jika kasus Anas yang ditangani Komisi Pemberantasan
Korupsi adalah bentuk politisasi penegak hukum. Kubu Anas melihat bukti status
penahanan Anas didasari pada sejumlah kasus lainnya, tapi tak disebutkan KPK.
Menurut Akbar, KPK punya alasan menyebut Anas juga disangka kasus lain di luar Hambalang.
"Jadi,
saya kira terlalu naif kita mengatakan Anas sengaja dijadikan tersangka oleh
KPK. Berarti seolah-olah KPK bisa diintervensi. Saya kira tidak mugkin KPK
sampai mau diintervensi seperti itu," tegas Akbar.
Akbar
menambahkan, memang tempo hari Anas pernah mengatakan ibarat bayi yang
kelahirannya tidak dikehendaki, sebagai analogi jabatannya sebagai Ketua Umum
Partai Demokrat tak dimaui SBY. Sehingga muncul persepsi hubungan keduanya tak
akrab.
"Tapi
itu tidak bisa djadikan dasar Pak SBY menyuruh KPK untuk membuat Anas
tersangaka. Saya kira tidak semudah itu," papar Akbar, yang meminta publik
menunggu penentuan Anas bersalah atau tidak dalam sejumlah kasus lewat putusan
persidangan.
