Mahfud mengaku tidak bisa tidur
semalaman bukan karena Akil ditangkap KPK. Tapi, Ia memikirkan masa depan
bangsa di masa mendatang dengan terkuaknya kasus ini.
"Semalaman saya tak bisa
tidur, bukan karena memikirkan Pak Akil atau MK tetapi karena memikirkan masa
depan bangsa ini. Duh, Indonesia tercinta," imbuh Mahfud.
Ia pun mengaku tak percaya jika
Akil, penggantinya yang baru dilantik tersebut ditangkap KPK.
"Inginnya
saya tak percaya Pak Akil Mochtar tertangkap KPK. Tapi ternyata itu nyata. Tak
percaya tapi nyata," imbuhnya.
Menurutnya, setelah Ketua MK
ditangkap KPK, saat ini tinggal KPK saja lembaga negara yang masih bisa
dipercaya. "Sekarang sudah tinggal KPK yang secara institusional bisa
dipercaya. MK sudah jatuh terjerembab dan hancur. Rakyat harus bangkit
menghancurkan koruptoir," tukas Mahfud.
Dalam penangkapan itu, Akil yang
ditangkap di kediamannya di kompleks Widya Chandra diduga menerima suap dalam
bentuk dollar Singapura dan dolar Amerika senilai sekitar Rp 3 miliar. Selain
Akil Mochtar, anggota DPR Chairun Nisa, dan kepala daerah Bupati Gunung Mas
Hambit Bintih juga dibekuk.
Ruang kerja dan ruang staf Akil
Mochtar disegel oleh garis KPK berwarna merah. Penggeledahan kemungkinan
dilaksanakan hari ini. Mobil dinas Akil pun disita. Sebagai Ketua MK, Akil
memperoleh gaji cukup besar, berkisar Rp 30 juta-Rp 40 juta per bulan dan
berbagai tunjungan lainnya.
