![]() |
| M. Nazaruddin |
LIBASS - Muhammad Nazaruddin ternyata tak sekadar sesumbar saat
berjanji bakal kembali "bernyanyi", mengenai jati diri para pembesar
yang tersandung kasus korupsi miliaran rupiah.
Terbukti, terpidana kasus suap proyek
Wisma Atlet tersebut tak segan-segan mengakui dirinya melakukan monopoli dalam
sejumlah proyek kementerian untuk kepentingan Ketue Umum, (saat itu Anas Urbaningrum) yang ingin
menjadi calon presiden (capres) pada Pemilu 2014.
Nazaruddin mengakui, sudah berbicara
blak-blakan kepada penyidik KPK, bahwa dana yang dipakai Anas untuk menjadi
Ketua Umum PD pada saat itu berasal dari fee sejumlah proyek kementerian yang
dikelola oleh PT Anugerah Nusantara.
Setelah menjadi Ketua Umum PD, Anas
lalu memerintahkan Nazaruddin menyiapkan dana dari fee berbagai proyek baru untuk
modalnya menjadi capres dalam Pilpres 2014. Dana yang disiapkan untuk pencapresan
Anas, berasal dari hasil "merampok" dana proyek-proyek kementerian
saat itu adalah sebesar Rp 60 triliun. "Uang proyeknya Rp 60
triliun," kata Nazar saat menaiki mobil tahanan, Jumat (25/10/2013).
