![]() |
| Tubagus Chaeri Wardana |
LIBASS - JAKARTA - Tubagus Chaeri
Wardana alias Wawan, putra
almarhum TB H Chasan Sochib atau Haji Hasan meringkuk di tahanan KPK. Adik
kandung Gubernur Banten Ratu Atut
Chosiyah itu terjerat kasus dugaan suap Ketua MK terkait Pilkada Lebak.
Kini selain Wawan, kasus
dugaan suap Ketua MK juga menyeret anggota penting Dinasti Banten yakni sang Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah menyusul permohonan pencegahan ke luar
negeri oleh KPK.
Menurut Gandung Ismanto,
Pengamat Politik Banten, meski dua tokoh utama Dinasti Haji Hasan tengah
terseret pusaran kasus dugaan suap, belum akan meruntuhkan hegemoni keluarga
besar Ratu Atut di Banten.
"Tetap kuat selama dua pilar pendukung Dinasti
Haji Hasan di Banten yakni ulama dan jawara masih mendukung," kata Is yang juga pengajar di Fisip Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta)
Serang, Jumat malam.
Selain para keluarga dan
kerabat yang masih menjabat di struktur pemerintahan dan organisasi
kemasyarakatan, menurut Is, masih banyak loyalis Dinasti Banten yang setia di belakang
Wawan.
"Sikap politik pilar-pilar pendukung dinasti memang bersifat semu
karena didasari politik transaksional, tetapi masih jauh dari terguncang," ujar Is.
Sebelumnya Is menyebut Wawan sebagai mastermind Dinasti Haji Hasan yang menghegemoni sistem
politik di Banten. Wawan adalah suami Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel)
Airin Rachmi Diany yang juga Ketua Umum Kadin Banten.
"Kini Wawan secara
formal menggunakan bendera Kadin Banten sebagai wadah berorganisasi yang
menampung seluruh jawara dan pengusaha Banten," kata Is kepada awak madia.
Lewat oragnisasi Kadin
inilah Wawan menggunakan pengaruhnya. Lewat Kadin Banten, Wawan punya akses
kuat ke proyek-proyek yang didanai APBD baik di tingkat provinsi maupun
kabupaten/kota.
Seperti diketahui, tahun
lalu, Tubagus Chaeri Wardana terpilih sebagai Ketua Kadin Banten
untuk periode 2012-2017. Ini adalah periode kedua Wawan memimpin Kadin Banten.
"Dia menggantikan sang ayah yang sebelum meninggal memegang jabatan Ketua
Kadin Banten," jelas Gandung.
Sementara itu Ratu Atut Chosiyah dipastikan akan diperiksa terkait
kasus adiknya itu. "Tentu akan dilakukan itu. Tapi, kapan waktunya saya
belum tahu dan jadwalnya, karena tujuan pencegahan adalah pemeriksaan,"
kata juru bicara KPK, Johan Budi, kepada awak media di kantor KPK, Jakarta,
Jumat (4/10/2013).
Namun Jumat, hari ini
Atut tak bisa ditemui. Putri almarhum Haji Hasan itu tak hadir saat perayaaan
HUT ke-13 Provinsi Banten. Tak hanyaRatu Atut Chosiyah yang tak hadir, keluarga
besarnya yang menjabat sebagai pejabat daerah di Banten juga absen.
Para kerabat Atut yang
tak terlihat hadir di antaranya Wali Kota Serang Haerul Jaman (adik tiri), Wali
Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany (adik ipar), Wakil Bupati Serang Ratu
Tatu Chasanah (adik kandung), dan Wakil Ketua DPRD Kota Serang Adde Rosie
Chairunnisa (menantu).
