![]() |
| Gubernur Banten |
LIBASS - Ratu Atut
Chosiyah kini menjadi sorotan
karena masuk daftar pencegahan oleh Imigrasi atas permintaan Komisi
Pemberantasan Korupsi. Menurut Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas, Atut adalah
saksi penting ihwal sengketa pilkada Lebak, Banten. KPK menangkap Ketua
Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar karena diduga menerima suap dari Tubagus
Chaeri Wardhana, adik Atut, terkait dengan putusan sengketa pemilihan Bupati
Lebak, Banten, di daerah yang dipimpin Atut.
Pemimpin di wilayah Banten memang banyak dijabat keluarga
Atut. Provinsi Banten terdiri atas empat kabupaten dan empat kota, yakni
Kabupaten Serang, Tangerang, Pandeglang, dan Lebak. Adapun kota administratif
adalah Kota Serang, Cilegon, Tangerang, dan Tangerang Selatan.
Di wilayah itu, tak kurang dari lima pemimpin daerah dijabat
klan Atut. Mulai dari Atut
sendiri, adik, adik tiri, ipar, bahkan hingga ibu tiri. Wali Kota Tangerang
Selatan saat ini dijabat ipar Atut, yakni Airin Rachmi Diany. Dia adalah istri
Chaeri Wardhana, adik Atut Chosiyah.
Lalu, ada Tubagus Haerul Jaman, adik tiri Atut, yang
terpilih sebagai Wali Kota Serang. Berikutnya adalah Tatu Chasanah, adik Atut,
anggota DPRD Banten yang kemudian terpilih sebagai Wakil Bupati Serang.
Terakhir adalah Heryani, ibu tiri Atut, yang menjabat Wakil Bupati Pandeglang.
Keempat pilkada itu sempat digugat di Mahkamah Konstitusi, tetapi mereka
akhirnya menang.
Adapun Atut belum bisa dimintai komentar. Atut tidak hadir
dalam acara rapat paripurna istimewa HUT ke-13 Banten. Sebelumnya, dalam setiap
acara besar, Atut dan keluarganya selalu hadir. Dalam suatu kesempatan, Atut
mengatakan keluarganya bisa menempati posisi penting karena kepercayaan
masyarakat dan bukan ketokohan Chasan Sochib, ayahnya. "Yang mendudukkan mereka
adalah rakyat, bukan saya atau ayah,” ujar Atut.
