![]() |
| Johan Budi |
Lokasi penangkapan keduanya berada di kompleks elit para petinggi
negara di Widya Chandra. "Ada 3 orang di Widya Chandra, baru saja yang
serah terima sejumlah uang dalam bentuk dolar Singapura. Inisial AM, CHN,
CN," kata juru bicara KPK, Johan Budi SP, Rabu jelang tengah malam. Jika
dirupiahkan, jumlahnya sekitar Rp 2-3 miliar.
Johan menambahkan, penyidik
lembaga antikorupsi yang dipimpin Novel Baswedan juga melakukan operasi tangkap
tangan di sebuah hotel di Jakarta Pusat. Di sana ditangkap HB, seorang kepala
daerah dan DH dari unsur swasta. Total, 5 orang yang dibawa ke gedung KPK.
Kasus dugaan korupsi yang
melibatkan unsur pengadilan, anggota dewan, dan kepala daerah diduga terkait
sengketa Pilkada di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.
KPK telah melakukan pemantauan
sebelum operasi dilakukan. "Saat ini posisi kelima orang itu masih dalam
status terperiksa. Penyidik punya waktu 1x24 untuk memutuskan apakah ada tindak
korupsi," tambah Johan.
Penyidik KPK juga menyegel mobil
RI 9 yang jadi hak Akil sebagai Ketua MK. Penyegelan dilakukan dengan garis
pengaman warna merah melingkari bagian atas, depan, sampai bagian belakang
kendaraan.
Segel yang sama juga dipasang di
pintu ruang kerja Akil yang luas di Gedung Mahkamah Konstitusi.
Operasi tangkap tangan tak
sekonyong-konyong dilakukan KPK. Pihak lembaga antikorupsi sudah membuntuti
Akil sejak lama. Dan baru malam ini penangkapan dilakukan.
Saat ditangkap Akil kaget bukan
kepalang. Ia menyesal. Bahkan menangis. "Tadi
yang bersangkutan menangis," ujar salah seorang sumber yang tak mau disebutkan namanya.
Jika benar informasi sumber yang
menyebut uang untuk Akil 'sekarung', itu tak
sebanding dengan akibatnya.
Kasus ini tak hanya berdampak
pada mantan politisi itu, tapi juga nama baik Mahmakah Konstitusi. Hakim
konstitusi Harjono menyebut, ini 'tamparan keras' bagi lembaganya.
Dan tak seperti biasanya, Kamis
dini hari, para hakim konstitusi berkumpul di Gedung MK.
"Kami sengaja berkumpul
karena adanya berita pada beberapa jam lalu Ketua MK ditangkap KPK di rumahnya
kami semua prihatin. Sangat kaget, terkejut, dan di luar dugaan," kata
Wakil Ketua MK, Hamdan Zoelva, Kamis 3 Oktober 2013.
Apalagi, dia menambahkan, para
hakim selama ini berusaha menjaga kewibawaan MK. "Dan MK termasuk lembaga
terpercaya dalam masyarakat," kata dia.
Saat ini, MK dalam posisi
menunggu perkembangan dari KPK, sembari membentuk majelis kehormatan untuk
menelaah kasus ini. Majelis kehormatan terdiri dari 1 hakim konstitusi, 1
pimpinan Komisi Yudisial, mantan pimpinan lembaga negara, mantan hakim khusus,
guru besar atau senior di bidang hukum."
Dengan hakim yang tak genap 9
orang - minus Akil, MK akan menangani persidangan seperti biasa. "Hanya
jam dan waktu yang diatur. Semuanya akan berjalan seperti biasa," kata
Hamdan.
Secara terpisah, Ketua Komisi III
DPR RI, Gede Pasek Suardika mengucapkan selamat pada KPK. "Salut dan
selamat untuk seluruh jajaran KPK. Ini benar-benar tupoksi yang berhasil
dijalankan dengan hasil maksimal," kata dia kepada awak media, Rabu
2 Oktober 2013 tengah malam.
Dia menambahkan, KPK memang
diharapkan bisa fokus pada megaskandal korupsi. Juga korupsi di aparat penegak
hukum. Nah sekarang yang kena langsung ketua MK. Ini benar-benar excelent. Kita dukung dan bangga dengan hasil
operasi tangkap tangan yang sekarang," kata dia.
