![]() |
| Prof. Dr. Gati Gayatri, MA |
LIBASS - Kuningan, Hasil survey
Mary Meeker dari Firma Kleiner Perkins Caufield&Byers Meeker mengenai
jumlah pengguna internet, Indonesia berada diperingkat ke tiga terbanyak dalam
daftar pertambahan pengguna internet tertinggi di dunia setelah Cina dan India
yang menempati peringkat satu dan dua.
Namun,
peningkatan jumlah pengguna internet tentu perlu dibarengi dengan upaya
kesadaran masyarakat akan potensi bahayanya yang dapat menyertai penggunaan
internet.
Agar pengguna dapat memperoleh manfaat dari internet serta terhindar
dari dampak negatifnya, diperlukan kebijakan dan upaya pengawasan, khususnya
terhadap anak-anak, dalam memanfaatkan internet agar mereka mampu menggunakan
internet secara benar dan efektif.
Hal tersebut
disampaikan Kepala Puslitbang Literasi dan Profesi SDM Kementrian Komunikasi
dan Informasi Republik Indonesia Prof. Dr. Gati Gayatri, MA, saat menghadiri
dialog interaktif dan workshop/pelatihan Teknologi Informasi dan Komunikasi
(TIK), dengan tema “Perlindungan Anak dari Potensi Bahaya Internet”, belum lama
ini bertempat di Hotel Grage Sangkan.
Ikut menghadiri
Asisten Administrasi Setda Uus Rusnandar, SH, M.Si, Kepala Dinas Komunikasi dan
Informatika Drs. Agus Sadeli, M.Si, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial,
Doktor Suprawoto, SH, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Wahyu Hartomo, M.Si serta Kepala Kandatel
Kuningan Nurwidjajadi, ST, MM.
Lebih lanjut,
Prof. Dr. Gati Gayatri, MA, mengatakan dialog interaktif dan workshop/pelatihan
TIK ini diharapkan dapat menjalin dialog antara narasumber dengan para Ibu-ibu
PKK dan masyarakat peserta pelatihan, maupun antara Ibu-ibu PKK dan masyarakat
sendiri, untuk saling berbagi pengalaman serta menjalin langkah peduli dalam
rangka menumbuhkan kesadaran bersama untuk memanfaatkan TIK secara cerdas.
Sementara itu
Asisten Administrasi Setda Uus Rusnandar, SH, M.Si, dalam sambutannya
mengatakan sejalan dengan program Kominfo Kabupaten Kuningan pun telah
melaksanakan literasi ini melalui program fasilitasi akses informasi dan
komunikasi bagi masyarakat dengan memberdayakan M-CAP atau Mobil Internet.
“Sudah lebih dari 200 desa di Kabupaten Kuningan yang masuk program ini, tindak
lanjut pemberdayaan M-CAP adalah desa pintar atau desa punya internet,” ujarnya.
Bagaimanapun
juga perkembangan internet, lanjut beliau, memberi dampak positif (baik) dan
negatif (buruk), dampak positif misalnya internet sebagai media untuk bertukar
data dan informasi, media untuk berinteraksi, berbisnis, dan sebagai media
untuk pendidikan jarak jauh sedangkan dampak negatifnya seperti pornografi,
pencurian, perjudian.
